Ketika Lupa Realita

Siapa bilang jurnalis gak bisa kaya? Yang mikir gitu ya cuma orang-orang picik aka matre. Jurnalis itu mungkin tidak bergelimangan harta, hidup mereka mungkin hanya sekedar cukup, kalau pun berlebih itu juga tidak banyak-banyak. Tapi itu hanya dari sisi harta, Hidup ini jauhhh lebih luas daripada sekedar harta, Bung!!

Nah profesi yang memiliki kekayaan (selain harta) paling banyak ya jurnalis. Gak ada profesi lain yang bisa menandingi kekayaan seorang jurnalis, pengalamannya, pengetahuannya, pemahamannya, koneksinya, segalanya.

Jadi wajar saja toh jika aku merasa, tak ada satu hari pun kulalui tanpa merasakan kerinduan yang sangat teramat untuk kembali menjadi seorang jurnalis. Saya belum puas merasakan nikmatnya menjadi seorang wartawan, sungguh profesi itu memiliki tingkat adiksi yang tinggi.

Namun pertanyaannya kemudian adalah, apakah aku akan kembali? Punyakah aku keberanian untuk kembali? Adakah jalan untuk aku kembali? Entah, aku tidak tahu, hanya Tuhan yang tahu, yang aku tahu hanyalah terus melangkah, walau terasa tanpa arah.

 

1408711192_a83c4ae94e

Gambar dapet dari sini

 

 

Lamunan saat lupa dengan realita,

 

Me

Advertisements