Laparoscopy

life tough

Ceritanya lanjut lagi nih, ternyata perjuangan masih belum selesai. Setelah HSG dr. Ivan menyarankan gw untuk Laparoskopi (LO) karena terjadinya pembengkakan saluran tuba (hidrosalphinx). Nah LO ini juga ada tanggal-tanggalnya, kalau gak salah H-15 – H-20 menstruasi (dihitung dari hari pertama). Tujuannya adalah untuk memastikan sudah gak ada perdarahan apapun saat operasi. LO itu apa?

Kalau katanya Kamus Kesehatan, Laparoskopi ini adalah:

Laparoskopi adalah jenis prosedur pembedahan di mana sayatan kecil dibuat, biasanya di pusar, lalu suatu tabung penglihat (laparoskop) dimasukkan melaluinya. Laroskop adalah instrumen ramping yang pada dasarnya merupakan sebuah teleskop mini dengan sistem serat optik yang dapat menerangi bagian-bagian di dalam perut. Tabung penglihat ini memiliki kamera kecil sebagai mata. Hal ini memungkinkan dokter untuk memeriksa organ-organ perut dan panggul pada layar monitor yang terhubung dengan tabung. Sayatan kecil lainnya dapat dibuat untuk memasukkan instrumen untuk melakukan prosedur.

This is a picture to describe Laparoscopy Procedure, image taken from this website

laparoscopy1

Kenapa dr.Ivan menyarankan LO, karena LO ini termasuk operasi dengan minimal invasive, recoverynya cepat, bekas lukanya juga kecil banget. So LO might be our best option, then LO it is! Tapi masih harus nunggu “waktu” yang tepat untuk LO. I think the most painful thing of all is the waiting part, Gosh, it just killing me..  But nope, I won’t complain! I will do everything patiently, silently, one by one we can conquer all (trying to keep my mind always in positive mode). I will beat you and all your “repercussions”, damn endometriosis.

Only time will tell,

Me

Advertisements